otomotifku
Minggu, 01 November 2026
TIPE BAN PADA SEPEDA MOTOR
Mengenal Jenis-Jenis Ban Sepeda Motor: Fungsi, Karakteristik, dan Kegunaannya
Pendahuluan
Ban merupakan salah satu komponen paling penting pada sepeda motor. Meskipun terlihat sederhana, ban memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan keselamatan, kenyamanan, kestabilan, dan kemampuan motor ketika dikendarai.
Ban adalah satu-satunya bagian sepeda motor yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Artinya, seluruh tenaga mesin untuk menggerakkan motor, kemampuan pengereman, hingga kestabilan ketika menikung sangat bergantung pada kondisi dan jenis ban yang digunakan.
Namun, tahukah kalian bahwa ban sepeda motor memiliki banyak jenis dengan karakteristik dan fungsi yang berbeda-beda?
Ada ban yang dirancang khusus untuk jalan aspal, ada yang dibuat untuk menghadapi medan tanah dan bebatuan, ada pula ban yang dirancang untuk kecepatan tinggi di lintasan balap.
Setiap jenis ban mempunyai desain alur, bentuk tapak, konstruksi, serta komposisi karet yang berbeda. Perbedaan tersebut bukan sekadar masalah penampilan, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi jalan yang akan dilalui.
Pada pembahasan kali ini, kita akan mengenal berbagai jenis ban sepeda motor, mulai dari ban harian hingga ban khusus balap.
1. Ban Tubeless
Ban tubeless merupakan salah satu jenis ban yang paling banyak digunakan pada sepeda motor modern.
Berbeda dengan ban biasa yang menggunakan ban dalam, ban tubeless dirancang agar udara dapat tersimpan langsung di dalam ruang antara ban dan pelek.
Keunggulan utama ban tubeless adalah kemampuannya mempertahankan tekanan udara ketika tertusuk benda kecil seperti paku.
Dalam beberapa kondisi, benda yang menusuk ban masih menyumbat lubang sehingga udara tidak langsung keluar dengan cepat. Hal ini memberikan kesempatan kepada pengendara untuk mencari tempat perbaikan.
Namun, bukan berarti ban tubeless tidak bisa bocor. Jika kerusakan cukup besar atau bagian samping ban tertusuk, udara tetap bisa keluar dengan cepat.
Ban tubeless banyak digunakan pada motor matic, motor bebek, dan motor sport karena praktis dalam perawatan.
2. Ban Tube Type atau Ban Menggunakan Ban Dalam
Jenis berikutnya adalah ban tube type, yaitu ban yang menggunakan ban dalam untuk menampung udara.
Ban ini biasanya digunakan pada sepeda motor yang menggunakan pelek jari-jari konvensional.
Konstruksinya terdiri dari ban luar dan ban dalam. Ban luar berfungsi memberikan daya cengkeram terhadap permukaan jalan, sedangkan ban dalam berfungsi menahan tekanan udara.
Salah satu kelebihan ban jenis ini adalah dapat digunakan pada pelek jari-jari yang tidak dirancang untuk sistem tubeless.
Namun, ketika ban tertusuk paku, udara dari ban dalam dapat keluar dengan cepat. Oleh karena itu, pengendara perlu lebih memperhatikan kondisi ban dan tekanan anginnya.
3. Ban Sport atau Ban Sport Racing
Ban sport dirancang untuk sepeda motor yang membutuhkan daya cengkeram tinggi, terutama ketika melaju dengan kecepatan tinggi dan melewati tikungan.
Karakteristik ban sport biasanya memiliki bentuk tapak yang mendukung sudut kemiringan motor ketika menikung.
Kompon karet pada ban ini dirancang untuk menghasilkan daya cengkeram yang baik terhadap permukaan aspal.
Pada beberapa jenis ban sport, bagian tengah dan samping memiliki karakter kompon berbeda. Bagian tengah dibuat agar lebih tahan terhadap keausan, sedangkan bagian samping dirancang untuk memberikan grip ketika motor berada dalam posisi miring.
Ban sport sangat cocok digunakan pada motor sport dan pengendara yang menyukai karakter berkendara agresif.
Namun, perlu diketahui bahwa ban sport untuk jalan raya berbeda dengan ban balap profesional. Ban balap memiliki karakter khusus dan tidak semuanya cocok digunakan pada jalan umum.
4. Ban Touring
Ban touring dirancang untuk perjalanan jarak jauh.
Karakteristik utama ban touring adalah mengutamakan kenyamanan, kestabilan, daya tahan, dan kemampuan bekerja dalam berbagai kondisi perjalanan.
Ban ini umumnya memiliki kompon yang lebih tahan aus dibandingkan ban sport yang berorientasi pada performa maksimal.
Desain tapaknya juga dibuat untuk membantu mengalirkan air ketika melewati jalan basah.
Keunggulan ban touring adalah mampu memberikan rasa nyaman ketika motor digunakan dalam waktu lama.
Jenis ban ini banyak digunakan pada motor touring, motor sport touring, dan sepeda motor yang sering digunakan untuk perjalanan antarkota.
5. Ban Off-Road atau Ban Trail
Berikutnya adalah ban off-road atau ban khusus medan tanah.
Ban ini mempunyai desain yang sangat mudah dikenali karena memiliki tonjolan atau blok tapak yang besar dan jaraknya relatif renggang.
Desain tersebut dibuat agar ban mampu menggigit permukaan tanah, pasir, lumpur, dan bebatuan.
Ketika ban berputar di medan tanah, tonjolan pada tapak akan membantu menciptakan daya cengkeram sehingga motor dapat bergerak lebih baik.
Berbeda dengan ban aspal yang memiliki permukaan lebih rapat, ban off-road mengandalkan bentuk blok tapak untuk mendapatkan traksi di medan tidak rata.
Namun, ketika digunakan di jalan aspal, ban jenis ini biasanya menghasilkan suara lebih keras dan kenyamanan yang lebih rendah dibandingkan ban jalan raya.
Ban off-road cocok digunakan pada motor trail dan kegiatan petualangan di medan berat.
6. Ban Dual Purpose
Ban dual purpose merupakan jenis ban yang dirancang untuk digunakan pada dua karakter jalan, yaitu jalan aspal dan medan ringan di luar aspal.
Jenis ban ini menjadi pilihan menarik bagi pengendara yang sering melewati jalan perkotaan sekaligus jalan tanah atau kerikil.
Desain tapaknya merupakan perpaduan antara ban jalan raya dan ban off-road.
Tonjolan tapaknya biasanya lebih besar dibandingkan ban aspal, tetapi tidak seekstrem ban trail khusus.
Kelebihan ban dual purpose adalah memberikan fleksibilitas dalam penggunaan sehari-hari maupun perjalanan petualangan.
Namun, performanya tetap memiliki kompromi. Ban ini mungkin tidak sebaik ban sport ketika menikung di aspal dan tidak sekuat ban off-road khusus ketika menghadapi lumpur berat.
7. Ban Slick atau Ban Balap
Ban slick merupakan jenis ban yang banyak digunakan pada ajang balap motor profesional.
Ciri khasnya adalah permukaan tapak yang hampir tidak memiliki alur.
Mengapa ban balap justru dibuat tanpa alur?
Tujuannya adalah memperbesar bidang kontak karet dengan permukaan lintasan aspal dalam kondisi kering.
Semakin sesuai bidang kontak dan karakter komponnya, semakin besar potensi ban menghasilkan daya cengkeram saat akselerasi, pengereman, dan menikung.
Ban slick biasanya menggunakan kompon khusus yang mampu bekerja pada temperatur tertentu.
Ketika mencapai suhu kerja yang tepat, ban dapat memberikan grip yang sangat tinggi.
Namun, ban slick bukan pilihan yang aman untuk jalan raya umum, terutama ketika kondisi jalan basah. Ban ini tidak memiliki alur untuk membantu mengalirkan air seperti ban jalan raya.
Karena itu, penggunaan ban slick harus disesuaikan dengan peruntukannya, yaitu lintasan balap dalam kondisi yang sesuai.
8. Ban Intermediate dan Wet Racing
Dalam dunia balap motor, terdapat pula ban yang dirancang untuk menghadapi perubahan kondisi lintasan.
Pertama adalah ban intermediate. Ban ini digunakan ketika kondisi lintasan berada di antara kering dan basah.
Kedua adalah ban wet atau rain tire, yaitu ban khusus untuk kondisi hujan.
Ban wet memiliki alur yang dirancang untuk membantu mengalirkan air dari area kontak ban dengan aspal.
Tujuannya adalah mengurangi risiko kehilangan daya cengkeram akibat lapisan air di permukaan lintasan.
Berbeda dengan ban slick yang digunakan dalam kondisi kering, ban wet memiliki pola alur yang lebih banyak.
Pemilihan ban dalam balapan sangat penting karena kondisi lintasan dapat berubah sewaktu-waktu akibat hujan.
9. Ban Soft, Medium, dan Hard Compound
Selain berdasarkan bentuk dan penggunaannya, ban juga dibedakan berdasarkan tingkat kekerasan kompon karet.
Ada tiga kategori yang sering dikenal dalam dunia balap, yaitu soft, medium, dan hard.
Soft compound
Ban soft menggunakan kompon yang relatif lebih lunak. Keunggulannya adalah mampu menghasilkan grip tinggi ketika berada pada suhu kerja yang sesuai.
Namun, ban ini cenderung lebih cepat mengalami keausan.
Medium compound
Ban medium memiliki karakter di antara soft dan hard. Ban ini berusaha menyeimbangkan daya cengkeram dan ketahanan.
Hard compound
Ban hard menggunakan kompon yang relatif lebih keras. Keunggulannya adalah daya tahan terhadap keausan yang lebih baik, tetapi karakter grip dan pemanasan dapat berbeda dibandingkan kompon soft.
Perlu diingat, tingkat kekerasan kompon tidak selalu menjadi satu-satunya penentu performa. Desain ban, suhu, tekanan angin, kondisi aspal, dan gaya berkendara juga sangat berpengaruh.
10. Cara Memilih Ban Motor yang Tepat
Setelah mengenal berbagai jenis ban, sekarang bagaimana cara menentukan ban yang tepat untuk sepeda motor kita?
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
Pertama, sesuaikan ban dengan jenis sepeda motor. Jangan hanya memilih ban berdasarkan tampilan atau ukurannya.
Kedua, perhatikan ukuran ban. Gunakan ukuran yang direkomendasikan oleh pabrikan kendaraan.
Ketiga, sesuaikan pola tapak dengan kondisi jalan yang sering dilalui. Jika lebih banyak berkendara di jalan aspal, pilih ban jalan raya. Jika sering melewati medan tanah, pertimbangkan ban dual purpose atau off-road sesuai kebutuhan.
Keempat, perhatikan tanggal produksi, kondisi fisik, dan kualitas ban. Hindari menggunakan ban yang sudah retak, benjol, atau mengalami kerusakan.
Kelima, perhatikan tekanan angin. Tekanan udara yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat memengaruhi kestabilan, kenyamanan, dan umur pakai ban. Ikuti rekomendasi tekanan dari pabrikan motor.
Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, kita dapat mengetahui bahwa setiap jenis ban sepeda motor mempunyai fungsi dan karakteristik yang berbeda.
Ban tubeless dan tube type dibedakan berdasarkan konstruksi penampung udaranya. Ban sport dirancang untuk performa di jalan aspal, ban touring mengutamakan perjalanan jarak jauh, sedangkan ban off-road dibuat untuk menghadapi medan tanah dan bebatuan.
Ada pula ban dual purpose yang menawarkan fleksibilitas, serta ban slick dan wet racing yang digunakan dalam dunia balap.
Jadi, memilih ban motor bukan hanya soal merek, harga, atau tampilan yang menarik. Hal terpenting adalah menyesuaikan jenis ban dengan kebutuhan kendaraan, kondisi jalan, dan keselamatan pengendara.
Ingat, ban merupakan satu-satunya komponen motor yang bersentuhan langsung dengan jalan. Oleh karena itu, jangan pernah mengabaikan kondisi dan kualitas ban.
Ban yang tepat bukan hanya membuat perjalanan lebih nyaman, tetapi juga membantu menjaga keselamatan kita di setiap perjalanan.
Kamis, 04 Mei 2023
ALL NEW HONDA BEAT 2023
Honda beat kali ini mengeluarkan varian warna baru untuk menggebrak pasar dunia otomotif ditananh air honda beat merupakan skutik anak muda paling irit, dengan desain yang sporty dan dilengkapi Teknologi eSAF dan Power Charger yang tenetunya ini adalah teknologi unggulan honda berikut detail spesifikasi.
MESIN
| Tipe Mesin | 4 – Langkah, SOHC, eSP |
| Volume Langkah | 109.5cc |
| Sistem Suplai Bahan Bakar | Injeksi (PGM-FI) |
| Diameter X Langkah | 47.0 x 63.1 mm |
| Tipe Tranmisi | Otomatis, V-Matic |
| Rasio Kompresi | 10.0 : 1 |
| Daya Maksimum | 6.6 kW (9.0 PS)/7.500 rpm |
| Torsi Maksimum | 9.3 N.m (0.95 kgf.m)/ 5.500 rpm |
| Tipe Starter | Elektrik dan Kick Starter |
| Tipe Kopling | Otomatis, Sentrifugal, Tipe Kering |
RANGKA & KAKI KAKI
| Tipe Rangka | Tulang Punggung – eSAF (enhance Smart Architecture Frame) |
| Tipe Suspensi Depan | Teleskopik |
| Tipe Suspensi Belakang | Lengan Ayun dengan Peredam Kejut Tunggal |
| Ukuran Ban Depan | 80/90 – 14 M/C – Tubeless |
| Ukuran Ban Belakang | 90/90 – 14 M/C – Tubeless |
| Rem Depan | Cakram Hidrolik dengan Piston Tunggal |
| Rem Belakang | Tromol |
| Sistem Pengereman | Combi Brake System |
DIMENSI & BERAT
| Panjang X Lebar X Tinggi | 1.877 x 669 x 1.074 mm (BeAT) |
| Tinggi Tempat Duduk | 740 mm |
| Jarak Sumbu Roda | 1.256 mm |
| Jarak Terendah Ke Tanah | 147 mm |
| Curb Weight | 89 Kg |
KAPASITAS & KELISTRIKAN
| Kapasitas Tangki Bahan Bakar | 4.2 Liter |
| Kapasitas Minyak Pelumas | 0.65 Liter (Penggantian Periodik) |
| Tipe Baterai Atau Aki | BeAT MF 12V-3Ah (Tipe CBS) MF 12V-5Ah (Tipe CBS-ISS) |
| Sistem Pengapian | Full Transisterized, Baterai |
| Tipe Busi | NGK MR9C-9N/DENSO U27EPR9-N9 |
Sabtu, 27 September 2014
pengertian DOHC
Mesin OHV

OHV = Over Head Valve. Atau pada Head Cylinder Block hanya terdapat Valve & Rocker Arm. Tonjolan Cam Shaft-nya sendiri terdapat di Crank Shaft (batang Kruk-As).
Mekanisme katup ini sederhana dan tahan lama, penenpatan chamshaft-nya pada cylinder block dibantu dengan valve lifter dan push rod antara rocker arm.
Mesin SOHC atau OHC

SOHC atau OHC = Single OverHead CamShaft. Atau pengertiannya Cam Shaft (Nokken-As) terletak di Head Cylinder Block. sesuai namanya satu buah saja CamShaft yang bekerja untuk menggerakkan dua buah katup(1 In & 1 Ex) yang sebelumnya dihubungkan oleh Rocker Arm..
Camshaft ditempatkan diatas kepala cilinder dan cam, yang langsung menggerakkan rocker arm tanpa melalui lifter dan push rod. Camshaft digerakkan oleh poros engkol melalui rantai atau tali penggerak. Jenis mesin ini sedikit lebih rumit dibandingkan dengan OHV, namun tidak menggunakan lifter dan push rod sehingga berat bagian yang bergerak menjadi berkurang.
Mesin DOHC atau Twin Cam

DOHC = Double OverHead CamShaft. Atau dua CamShaft (Nokken-As) pada Head Cylinder Block. Tiap-tiap tonjolan pada CamShaft langsung menekan satu makanisme Valve.. Sistem DOHC sudah tidak (perlu) lagi menggunakan Rocker Arm pada mekanisme kerjanya.. Tujuan utama lainnya agar penempatan posisi busi bisa berada tepat di tengah ruang bakar.
Dua camshaft ditempatkan pada kepada silinder, satu untuk menggerakkan katup masuk dan yang lainnya untuk menggerakkan katup buang. Camshaft membuka dan menutup katup-katup secara langsung tanpa menggunakan rocker arm, sehingga berat komponen menjadi berkurang, proses membuka dan menutup katup menjadi lebih presisi pada putaran tinggi.
OHV = Over Head Valve. Atau pada Head Cylinder Block hanya terdapat Valve & Rocker Arm. Tonjolan Cam Shaft-nya sendiri terdapat di Crank Shaft (batang Kruk-As).
Mekanisme katup ini sederhana dan tahan lama, penenpatan chamshaft-nya pada cylinder block dibantu dengan valve lifter dan push rod antara rocker arm.
Mesin SOHC atau OHC
SOHC atau OHC = Single OverHead CamShaft. Atau pengertiannya Cam Shaft (Nokken-As) terletak di Head Cylinder Block. sesuai namanya satu buah saja CamShaft yang bekerja untuk menggerakkan dua buah katup(1 In & 1 Ex) yang sebelumnya dihubungkan oleh Rocker Arm..
Camshaft ditempatkan diatas kepala cilinder dan cam, yang langsung menggerakkan rocker arm tanpa melalui lifter dan push rod. Camshaft digerakkan oleh poros engkol melalui rantai atau tali penggerak. Jenis mesin ini sedikit lebih rumit dibandingkan dengan OHV, namun tidak menggunakan lifter dan push rod sehingga berat bagian yang bergerak menjadi berkurang.
Mesin DOHC atau Twin Cam
DOHC = Double OverHead CamShaft. Atau dua CamShaft (Nokken-As) pada Head Cylinder Block. Tiap-tiap tonjolan pada CamShaft langsung menekan satu makanisme Valve.. Sistem DOHC sudah tidak (perlu) lagi menggunakan Rocker Arm pada mekanisme kerjanya.. Tujuan utama lainnya agar penempatan posisi busi bisa berada tepat di tengah ruang bakar.
Dua camshaft ditempatkan pada kepada silinder, satu untuk menggerakkan katup masuk dan yang lainnya untuk menggerakkan katup buang. Camshaft membuka dan menutup katup-katup secara langsung tanpa menggunakan rocker arm, sehingga berat komponen menjadi berkurang, proses membuka dan menutup katup menjadi lebih presisi pada putaran tinggi.
SUMBER ;http://catatankecilotomotif.wordpress.com/2012/05/30/pengertian-mesin-ohvocsohcdohc-itu-apa-sih/
sistem CBS
Motor
buatan honda sekarang kebanyakan menggunakan sistem pengereman dengan sebutan
CBS tpi apakah kalian tau apa itu CBS dan abgai mana mekanisme cara kerjanya
nahh saya punya sedikit informasi tentang rem cbs ‘’
Untuk
rem cbs sebenarnya ada segi positif dan segi negatif untuk segi negatifnhya
jika kampas rem belakang habis yang berfungsi hanya rem depan saja terutama
saat kita berjalan di jalan yang licin itu sangat berbahaya mengingat jalan di
indonesia ini masih banyak jalan yang buruk.
Sistem
kerja cbs ;saat kita berkendara disaat melakukan pengereman ( rem kiri ) maka
secara otomatis rem depan juga akan melakukan pengereman secara bersamaan.
Berikut
ini komponen dari sistem CBS;
·
Knocker
Sewaktu mengikuti pengoprasian hendel rem kanan ,
knocker memungkinkan penerapan rem depan saja; Sewaktu mengikuti pengoprasian
hendel rem kiri knocker memungkinkan penerapan rem depan dan rem belakang .
·
Equalizer
Memungkinkan penerapan rem depan dan belakang
dengna secara seimbang sewaktu tuas rem belakang di tekan.
·
Kabel penghubung
Meneruskan pergerakan equalizer ke knocker
Nah ini yang dapat saya sampaikan soal rem CBS bro
mungkin bisa buat wawasan kalian thekss.......
GARIS BESAR SISTEM V-MATIC
jaman sekarang motor yang di produksi terbanyak di indonesia ini adalah motor matic adapun beberapa jenis motor metic kususnya di indonesia seperti vario,beat,mio,nex, dan masih banyak lagi .
tapi taukah anda sistem metic itu seperti apa?
saya punya ilmu sedikit yang bisa saya bagikan kepada kalian semua.
Sistem v-matic adalah mekanisme otomatis yang mengubah perbandingan gigi tanpa langkah-langkah dan mengubah daya mesin ke dalam daya dorong optimal tanpa kejutan perbandingan gigi, ini memungkinkan untuk membangkitkan daya dorong yang sesuai dengan keadaan pengendara, mulai berjalan,akselerasi,menjelajah dan memakai daya mesin dengan lebih efektif.
daya mesin diturunkan dari cranksaft ke drif puly dan kemudian ke drif pulley melalui v-belt perbandingan gigi berubah sewaktu jari-jari kontak antara kedua pulley ini dan drif belt berubah. kopling sentripugal otomatis bersatu dengan driven pulley. sewaktu putaran driven naik kopling secara otomatis mengubah drif shaft ( poros pengerak ) sehingga dapat diteruskan ke roda belakang melalui reduksi akir.
ada beberapa jenis komponen yang ada dalam CVT sebagai berikut;
ini untuk bagian yang depan ( drive pulley )
- slide piece
- roller
- movebel drift face
- movabel drift face boss
- drift face
ini untuk bagian belakang (driven pulley )
- needle bearing
- snap ring
- ball bearing
- driven face
- roller guide pin
- guide roller
- oil seal
- movebel driven face
- O-ring
- seal collar
nah ini saja yang bisa saya infokan sob moga bermanfaat bagi pemirsa pembaca jika kalian pengen lebih tau jelas bagai mana cara kerjanya datang aja ke bengkel resmi sob
KONPONE MESIN 4 LANGKAH
mesin pada era sekarang sudah banyak bermunculan mesin 4 langkah atau yang kita sebut mesin 4 tak nah kalian semua pasti ada yang belum tahu betul komponen apa sajakah yang ada pada mesin 4 langkah biyar kalian tahu saya kasih sedikit informasi tentang mesin 4 langkah
- KATUP
Ada dua jenis katup , hisap dan buang. katup hisap membuka selama langkah hisap sedangkan katup buang membuka selama langkah buang.
- LUBANG
- CAMSHAFT
- ROCKER ARM
rocker arm menyalurkan gerakan cam ke katup sehinga katup dapat membuka dan menutup
- PISTON
piston ini memungkinkan menghisap campuran BB & UDARA , menekan campuran , dan mengeluarkan gas buang .
- RING PISTON
gaya rengang lateral tsb berfungsi untuk;
- menjaga dengan ketat pada ruang bakar
- melepas panas yang telalah diterima piston
- mencegah minyak mesin memasuki ruang bakar
- PIN PISTON
kebanyakan pin piston memiliki fitur sbb;
- pin piston tidak dipasang pada piston maupun konekting rod.
- circlips dipasang kedalam alur piston
- , mencegah pin piston terlepas.
- CONECTING ROD
- CRANKSAFT
- CAM CHAIN
- BUSI
Nahhhh sob mungkin hanya ini info yang saya bisa utarakan jika ada salah mohon dimaafkan MATUR NUWUN
Minggu, 06 Juli 2014
cara kerja iss vario 125
Sebelumnya MJ sudah membahas mengenai part-part yang berbeda pada Vario 125 CBS ISS serta sensor-sensor yang akan diperlukan agar proses Idling Stop System dapat bekerja, kini saatnya MJ memberikan gambaran bagaimana ISS ini bekerja.
Idling Stop System yang merupakan fitur yang ditambahkan pada Vario
125 CBS ISS sebagai salah satu cara untuk mengurangi konsumsi bahan
bakar bagi pengendara sepeda motor
yang berada di perkotaan yang padat serta sering stop and go akibat
kemacetan serta lampu merah. System ini akan otomatis mematikan mesin
ketika kita berhenti singkat lebih dari 3 detik.
Lalu bagaimana ketika dipagi hari ketika kita akan memanaskan mesin saat akan
beraktifitas?
Apakah kita harus diam disamping sepeda motor sambil menarik tuas gas
agar mesin tidak mati? Tentu tidak, karena ternyata ada beberapa syarat
agar Idling stop system ini dapat bekerja, yaitu:
Setelah
syarat-syaratnya terpenuhi lalu bagaimanakah kok bisa Mesin menjadi
mati jika kita berhenti selama 3 detik kemudian menyala kembali hanya
dengan menarik grip throttle? Berikut MJ sedikit beri penjelasannya.
Yang sangat berperan utama dalam system ini adalah ECM dimana dia akan mengatur kerja mesin terutama yang berhubungan dengan Idling Stop. Jika posisi Idling Stop Switch berada dalam posisi Idling Stop maka lampu hijau dengan huruf “A” akan menyala sebagai indikator bahwa Idling Stop sedang dalam keadaan stand by.
Kemudian jika kita menjalankan sepeda motor maka sensor-sensor yang ada akan bekerja dan memberi tahu ECM untuk mengaktifkan Fitur Idling Stop dengan syarat-syarat yang telah MJ tulis di atas, yaitu temperatur Sensor (ECT Sensor), Sensor Kecepatan (V Sensor), dan Throttle Position Sensor (TP Sensor). Apabila syarat-syaratnya sudah terpenuhi, yaitu kecepatan lebih dari 10 km/jam, suhu lebih dari 60 oC dan Throttle dalam posisi terbuka, maka ECM yang menerima sinyal dari sensor-sensor yang ada akan mengaktifkan idling stop system.
Jika Idling Stop sudah aktif , maka apabila kita berhenti dengan waktu minimal 3 detik, maka ECM akan memerintahkan mesin untuk berhenti beroperasi dan saat mesin mati ini Lampu Indikator akan berkedip sebagai tanda bahwa Idling Stop sedang aktif dan digunakan. Kemudian saat throttle kembali kita buka, Sensor TP akan memberikan sinyal ke ECM untuk memerintahkan altenator untuk kembali menghidupkan mesin sehingga kita tidak perlu menekan tombol starter kembali ketika akan melaju.
Lalu bagaimana dengan sistem kerja di ruang bakar??? Sedikit copy dari blognya wak haji,
DIAMBIL DARI;http://jalanberkarisma.wordpress.com/2013/04/16/cara-kerja-idling-stop-system-vario-125-cbs-iss/
Lalu bagaimana ketika dipagi hari ketika kita akan memanaskan mesin saat akan
- Posisi Idling stop switch berada dalam posisi Idle Stop
- Suhu pendinginan mesin harus berada di atas 60 oC
- Sepeda motor minimal telah berjalan dengan kecepatan 10 km/jam
- Throttle dalam kondisi tertutup penuh
- Sepeda Motor berhenti setidaknya 3 detik
Yang sangat berperan utama dalam system ini adalah ECM dimana dia akan mengatur kerja mesin terutama yang berhubungan dengan Idling Stop. Jika posisi Idling Stop Switch berada dalam posisi Idling Stop maka lampu hijau dengan huruf “A” akan menyala sebagai indikator bahwa Idling Stop sedang dalam keadaan stand by.
Kemudian jika kita menjalankan sepeda motor maka sensor-sensor yang ada akan bekerja dan memberi tahu ECM untuk mengaktifkan Fitur Idling Stop dengan syarat-syarat yang telah MJ tulis di atas, yaitu temperatur Sensor (ECT Sensor), Sensor Kecepatan (V Sensor), dan Throttle Position Sensor (TP Sensor). Apabila syarat-syaratnya sudah terpenuhi, yaitu kecepatan lebih dari 10 km/jam, suhu lebih dari 60 oC dan Throttle dalam posisi terbuka, maka ECM yang menerima sinyal dari sensor-sensor yang ada akan mengaktifkan idling stop system.
Jika Idling Stop sudah aktif , maka apabila kita berhenti dengan waktu minimal 3 detik, maka ECM akan memerintahkan mesin untuk berhenti beroperasi dan saat mesin mati ini Lampu Indikator akan berkedip sebagai tanda bahwa Idling Stop sedang aktif dan digunakan. Kemudian saat throttle kembali kita buka, Sensor TP akan memberikan sinyal ke ECM untuk memerintahkan altenator untuk kembali menghidupkan mesin sehingga kita tidak perlu menekan tombol starter kembali ketika akan melaju.
Lalu bagaimana dengan sistem kerja di ruang bakar??? Sedikit copy dari blognya wak haji,
“”Yang terjadi di dalam mesin adalah piston berhenti memutar dan dari tempat posisi angular perputarannya terakhir, Piston ini akan berputar kearah terbaik (swing Back) dan biasanya pada kondisi ini pada saat mau mulai lagi starter, ada sedikit proses pembocoran kompresi (dekompresi) untuk proses kedua ini bisa mas bro baca di artikel sebelumnya Ya . . . nyalain lagi . .. ya cukup sedikit betot trotel gas dan motor kembali bisa menyala tanpa sedikitpu n suara starter . . . cesssssss””Mungkin seperti ini secara simpel cara kerja dari Idling Stop System yang berada pada Vario CBS ISS, begitu juga seperti yang dipasang pada PCX. Untuk seperti apa sensasi menggunakan Idling Stop System ini akan MJ bahas pada artikel berikutnya.
DIAMBIL DARI;http://jalanberkarisma.wordpress.com/2013/04/16/cara-kerja-idling-stop-system-vario-125-cbs-iss/
Langganan:
Postingan (Atom)
