Sabtu, 27 September 2014

GARIS BESAR SISTEM V-MATIC

jaman sekarang motor yang di produksi terbanyak di indonesia ini adalah motor matic adapun beberapa jenis motor metic kususnya di indonesia seperti vario,beat,mio,nex, dan masih banyak lagi .
tapi taukah anda sistem metic itu seperti apa?
 saya punya ilmu sedikit yang bisa saya bagikan kepada kalian semua. 

Sistem v-matic adalah mekanisme otomatis yang mengubah perbandingan gigi tanpa langkah-langkah dan mengubah daya mesin ke dalam daya dorong optimal tanpa kejutan perbandingan gigi, ini memungkinkan untuk membangkitkan daya dorong yang sesuai dengan keadaan pengendara, mulai berjalan,akselerasi,menjelajah dan memakai daya mesin dengan lebih efektif.
daya mesin diturunkan dari cranksaft ke drif puly dan kemudian ke drif pulley melalui v-belt perbandingan gigi berubah sewaktu jari-jari kontak antara kedua pulley ini dan drif belt berubah. kopling sentripugal otomatis bersatu dengan driven pulley. sewaktu putaran driven naik kopling secara otomatis mengubah drif shaft ( poros pengerak ) sehingga dapat diteruskan ke roda belakang melalui reduksi akir. 
ada beberapa jenis komponen yang ada dalam CVT sebagai berikut;


ini untuk bagian yang depan ( drive pulley )
  1. slide piece
  2. roller
  3. movebel drift face
  4. movabel drift face boss
  5. drift face
 
 
 ini untuk bagian belakang (driven pulley )
 
  1. needle bearing
  2. snap ring
  3. ball bearing
  4. driven face
  5. roller guide pin
  6. guide roller
  7. oil seal
  8. movebel driven face
  9. O-ring
  10. seal collar 


nah ini saja yang bisa saya infokan sob moga bermanfaat bagi pemirsa pembaca jika kalian pengen lebih tau jelas bagai mana cara kerjanya datang aja ke bengkel resmi sob

KONPONE MESIN 4 LANGKAH

mesin pada era sekarang sudah banyak bermunculan mesin 4 langkah atau yang kita sebut mesin 4 tak nah kalian semua pasti ada yang belum tahu betul komponen apa sajakah yang ada pada mesin 4 langkah biyar kalian tahu saya kasih sedikit informasi tentang mesin 4 langkah


  • KATUP
Ada dua jenis katup , hisap dan buang. katup hisap membuka selama langkah hisap sedangkan katup buang membuka selama langkah buang.
  •  LUBANG
lubang adalah jalur di kepala silinder lubang hisap memandu campuran BB / udara kedalam silinder dan lubang buang membuat gas buang mengalir keluar dari silinder.
  • CAMSHAFT
camshaft atau noken as adalah poros dengan tonjolan oval ( com lobe ) pada porosnya. cam lobes mengerakan rocker arm sehingga membuka dan menutup.

  • ROCKER ARM
rocker arm menyalurkan gerakan cam ke katup sehinga katup dapat membuka dan menutup 

  • PISTON
piston bergerak naik turun didalam silinder akibat dari tekanan pembakaran di ruang bakar
piston ini memungkinkan menghisap campuran BB & UDARA , menekan campuran , dan mengeluarkan gas buang .

  • RING PISTON 
ring piston dipasang pada piston dengan seragam dan secara lateral menekan dinding silinder dengan mengunakan gaya rengang mereka sendiri 
gaya rengang lateral tsb berfungsi untuk;
  1. menjaga dengan ketat pada ruang bakar
  2. melepas panas yang telalah diterima piston
  3. mencegah minyak mesin memasuki ruang bakar
  • PIN PISTON
pin piston adalah sinder berongga yang menghubungka piston dengan konekting rod.
kebanyakan pin piston memiliki fitur sbb;
  1. pin piston tidak dipasang pada piston maupun konekting rod.
  2. circlips dipasang kedalam alur piston
  3. , mencegah pin piston terlepas.
  • CONECTING ROD
conecting rod mentrasmisikan daya yang diterima oleh piston ke crankshaft.
  • CRANKSAFT
cranksaft mengubah gerak bolak balik piston menjadi gerak rotasi , menyalurkan daya dorong ke transmisi melalui kopling.
  • CAM CHAIN
cam chain ( rantai mesin ) mentransmisikan rotasi cranksaft ke camsaft. 
  • BUSI
busi berperan penting dalam komponen ini karena busi berfungsi memercikan bunga api ke ruang bakar sehinga terjadi proses pembakaran di ruang bakar. 
Nahhhh sob mungkin hanya ini info yang saya bisa utarakan jika ada  salah mohon dimaafkan MATUR NUWUN

Minggu, 06 Juli 2014

cara kerja iss vario 125

Sebelumnya MJ sudah membahas mengenai part-part yang berbeda pada Vario 125 CBS ISS serta sensor-sensor yang akan diperlukan agar proses Idling Stop System dapat bekerja, kini saatnya MJ memberikan gambaran bagaimana ISS ini bekerja. Idling Stop System yang merupakan fitur yang ditambahkan pada Vario 125 CBS ISS sebagai salah satu cara untuk mengurangi konsumsi bahan bakar bagi pengendara sepeda motor yang berada di perkotaan yang padat serta sering stop and go akibat kemacetan serta lampu merah. System ini akan otomatis mematikan mesin ketika kita berhenti singkat lebih dari 3 detik.
Lalu bagaimana ketika dipagi hari ketika kita akan memanaskan mesin saat akan tombol issberaktifitas? Apakah kita harus diam disamping sepeda motor sambil menarik tuas gas agar mesin tidak mati? Tentu tidak, karena ternyata ada beberapa syarat agar Idling stop system ini dapat bekerja, yaitu:
  1. Posisi Idling stop switch berada dalam posisi Idle Stop
  2. Suhu pendinginan mesin harus berada di atas 60 oC
  3. Sepeda motor minimal telah berjalan dengan kecepatan 10 km/jam
  4. Throttle dalam kondisi tertutup penuh
  5. Sepeda Motor berhenti setidaknya 3 detik
100_6779Setelah syarat-syaratnya terpenuhi lalu bagaimanakah kok bisa Mesin menjadi mati jika kita berhenti selama 3 detik kemudian menyala kembali hanya dengan menarik grip throttle? Berikut MJ sedikit beri penjelasannya.
Yang sangat berperan utama dalam system ini adalah ECM dimana dia akan mengatur kerja mesin terutama yang berhubungan dengan Idling Stop. Jika posisi Idling Stop Switch berada dalam posisi Idling Stop maka lampu hijau dengan huruf “A” akan menyala sebagai indikator bahwa Idling Stop sedang dalam keadaan stand by.
Kemudian jika kita menjalankan sepeda motor maka sensor-sensor yang ada akan bekerja dan memberi tahu ECM untuk mengaktifkan Fitur Idling Stop dengan syarat-syarat yang telah MJ tulis di atas, yaitu temperatur Sensor (ECT Sensor), Sensor Kecepatan (V Sensor), dan Throttle Position Sensor (TP Sensor). Apabila syarat-syaratnya sudah terpenuhi, yaitu kecepatan lebih dari 10 km/jam, suhu lebih dari 60 oC dan Throttle dalam posisi terbuka, maka ECM yang menerima sinyal dari sensor-sensor yang ada akan mengaktifkan idling stop system.100_6784
Jika Idling Stop sudah aktif , maka apabila kita berhenti dengan waktu minimal 3 detik, maka ECM akan memerintahkan mesin untuk berhenti beroperasi dan saat mesin mati ini Lampu Indikator akan berkedip sebagai tanda bahwa Idling Stop sedang aktif dan digunakan. Kemudian saat throttle kembali kita buka, Sensor TP akan memberikan sinyal ke ECM untuk memerintahkan altenator untuk kembali menghidupkan mesin sehingga kita tidak perlu menekan tombol starter kembali ketika akan melaju.
Lalu bagaimana dengan sistem kerja di ruang bakar??? Sedikit copy dari blognya wak haji,
“”Yang terjadi di dalam mesin adalah piston berhenti memutar dan dari tempat posisi angular perputarannya terakhir, Piston ini akan berputar kearah terbaik (swing Back) dan biasanya pada kondisi ini pada saat mau mulai lagi starter, ada sedikit proses pembocoran kompresi (dekompresi) untuk proses kedua ini bisa mas bro baca di artikel sebelumnya Ya . . . nyalain lagi . ..  ya cukup sedikit betot trotel gas dan motor kembali bisa menyala tanpa sedikitpu n suara starter . . . cesssssss””
Mungkin seperti ini secara simpel cara kerja dari Idling Stop System yang berada pada Vario CBS ISS, begitu juga seperti yang dipasang pada PCX. Untuk seperti apa sensasi menggunakan Idling Stop System ini akan MJ bahas pada artikel berikutnya.




DIAMBIL DARI;http://jalanberkarisma.wordpress.com/2013/04/16/cara-kerja-idling-stop-system-vario-125-cbs-iss/

air terjun sri gethuk

air terjun ini terletak didaerah Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia  air terjun ini merupakan air terjun yang langsung brada dipingir sungai untuk mencapai air terjun sri gethuk ini memang medan yang harus dilewati cupuk berat jalan yang masih dari susunan batu2 kapur semakin mempersulit perjalanan kita ke air terjun tersebut tapi kalau kita mau berjuang dengan keras kita akan mendapatkan kepuasan setelah kita sampai ditempat perjalanan akan semakin terasa indah saat kita mulai berjalan kaki menuju air terjun  sebetulnya ada 2 cara yang dapat kita tempuh munuju air terjun yang pertama kita dapat naik perahu dan yang kedua kita dapat berjalan melawati pingiran tebing tapi jangan kawatir tebing yang kita lalui aman 10,000% hehehehe
tapi kalau menerut saya kalo kita berangkat bareng2 nie asikan kita jalan kaki menusuri pingiran tebing dan ladang sawah pasti seru tuw wieee cocok banget buwat yang pengen mesra2an ma cwek asikkkk, setelah nyampe sana bro wieee lo gak bakalan nyesel dechh tpi dengan catatan kita kesana gak pas dalam musim hujan karena kalo musim hujan air sungai jadi keruh jadi ane saranin kesana pas musim panas jadi disana bisa mandi sepuase n dapet nikmati pemandangan air sungai yang jernih beuttttt, hheheheh nie gwe kasi potonya tapi jangan ngiler ni poto saat air bener2 jernih sob;

nah ni gambar kalo suasananya lagi panas bro jdai keliatan hijau dan indah lo gk bakalan nyesel lok maen ketempat ini bro tapi kalo looe pergi kesana pas lagi musim ujan air yang dsungai jaddi coklat karena air kotor yang mengalir dari atas nah nie gmabarnya lok pas lagi gak jernih airnya



  
nah lok lagi ujan ya beginilah sob kadaanya tapi tenan aje yaaa air terjunya tetep jernih og gak kotor karena airnya dari mata air yang ada diatas jadi gk usah kawatir sob nah kalo ada waktu luang maper deh ke sana gue jamin gk bakal nyesel dech


disusun oleh; Didik setiyawan
tanggal 06/07/2014






















Selasa, 15 November 2011

mengatasi trobelsoting karburator sepeda motor





Panduan ini mencakup masalah dan solusi secara rutin dijumpai pada saham dan mesin sepeda motor agak dimodifikasi. Sebagai tenaga kuda naik, begitu juga jumlah situasi potensial yang mempengaruhi kinerja atau membuat masalah. Ketika karburator bertindak di mesin kinerja, masalah dasar harus dihilangkan sebagai sumber masalah sebelum terjadi untuk tuning kinerja karburator.
Pengalaman juga mengajarkan kita bahwa selain masalah tercantum di bawah ini, bahwa karburator biasa banyak (dan Tubuh Throttle EFI) menjalankan masalah yang disebabkan oleh kebocoran udara di gasket intake manifold. Kebocoran udara yang dapat mengembangkan suhu mesin bisa sensitif, suhu udara sensitif, RPM sensitif atau kombinasi dari semua ini. Hal ini membuat prosedur normal untuk menemukan kebocoran berjenis hampir tidak berguna kecuali dalam paling jelas dari kebocoran. Gasket intake manifold yang telah di sepeda untuk sebagian besar dari 24-36 bulan sangat mungkin bocor. Kami menyarankan mengganti ini sebagai masalah pemeliharaan rutin. Namun gejala umum dari kebocoran berjenis bisa lambat merendahkan kinerja dari waktu ke waktu, masalah intermiten yang menyerupai 'isu-isu menjalankan ramping', sesekali keras mulai panas atau dingin yang dapat meningkatkan dengan menggunakan choke. Kunci untuk menentukan masalah berjenis paking biasanya merupakan masalah intermiten dengan berlari atau masalah yang tampaknya aggrivated oleh panas atau dingin. Biaya dan waktu untuk mengganti satu set gasket intake manifold adalah kecil dibandingkan dengan waktu dan aggrivation dari sepeda berjalan miskin yang dapat datang dengan kebocoran udara kecil. Dalam pengalaman kami, mengganti gasket intake manifold telah diselesaikan masalah mengganggu banyak yang bingung tampaknya memiliki mekanik berpengalaman.
Isu-isu umum seperti yang tercantum di bawah ini dibahas dalam tabel pemecahan masalah.
  • Bahan Bakar Overflow
  • Miskin Pemalasan
  • Ekonomi Bahan Bakar Miskin
  • Percepatan Miskin
  • Memulai keras
  • Miskin Kinerja Jalan
  • Miskin Kecepatan Kinerja Tinggi
CV dan Panduan Mengatasi Masalah Umum carb
Kondisi Periksa Untuk Masalah Ini Perbaiki masalah dengan:
Melimpah 1. Dibatasi tangki bahan bakar sistem ventilasi. 2. Mangkuk mengapung sekrup yang longgar.
3. Rusak mengapung mangkuk O-ring.
4. Rusak atau bocor perakitan mengapung.
5. Partikel kontaminasi dalam rongga bahan bakar pas masuk.
6. Aus atau kotor inlet katup atau kursi.
7. Bahan bakar yang tidak benar dalam mangkuk tingkat mengambang.
1. Benar dibatasi selang. Ganti katup ventilasi uap. 2. Kencangkan sekrup.
3. Ganti O-ring.
4. Ganti perakitan mengambang.
5. Bersih dan jelas rongga dan saluran pasokan bahan bakar.
6. Bersihkan atau ganti katup dan kursi bersih.
7. Sesuaikan tab mengapung untuk tingkat bahan bakar yang benar.
MISKIN pemalasan 1. Kecepatan idle tidak benar disesuaikan. 2. Sistem inlet udara bocor (lebih cepat pemalasan).
3. Jet kecepatan rendah longgar.
4. Terkontaminasi atau terpasang sistem kecepatan rendah.
5. Enrichener katup tidak duduk atau bocor.
6. Bocor pompa akselerator.
1. Sesuaikan operasi kecepatan idle. 2. Benar seperti yang diperlukan.
3. Kencangkan jet.
4. Bersih, jelas dan benar diperlukan.
5. Sesuaikan, bersihkan atau ganti.
6. Perbaikan.
BAHAN BAKAR EKONOMI MISKIN 1. Berlebihan menggunakan sistem enrichener. 2. Enrichener katup tidak duduk atau bocor.
3. Udara kotor bersih elemen filter.
4. Dibatasi tangki bahan bakar sistem ventilasi.
5. Kecepatan tinggi naik gaya.
6. Kecepatan idle tidak benar disesuaikan.
7. Longgar jet.
8. Bahan bakar terlalu tinggi tingkat.
9. Terpasang atau ventilasi mangkuk dibatasi.
10. Aus atau rusak jarum atau jarum jet.
11. Vacuum piston perakitan kerusakan.
12. Terpasang jet udara atau bagian.
13. Output pompa akselerator berlebihan.
14. Sekrup campuran idle disesuaikan dengan jauh
1. Batasi menggunakan sistem. 2. Sesuaikan, bersihkan atau ganti.
3. Bersihkan atau ganti sesuai kebutuhan.
4. Benar dibatasi selang. Ganti katup ventilasi uap.
5. Ubah kebiasaan naik.
6. Sesuaikan operasi kecepatan idle.
7. Kencangkan jet.
8. Sesuaikan tab mengapung untuk tingkat bahan bakar yang benar.
9. Bagian yang bersih dan jelas.
10. Ganti jet jarum atau jarum.
11 Periksa Majelis Vacuum Piston.. Lihat bagan pemecahan masalah.
12. Bersih, jelas dan benar diperlukan.
13. Periksa dan bersihkan lubang pompa akselerator bypass.
14. Atur sekrup campuran idle untuk 2 sampai 3 ternyata.
PERCEPATAN MISKIN 1. Throttle sejajar kabel. 2. Inlet sistem udara bocor.
3. Dibatasi tangki bahan bakar sistem ventilasi.
4. Dibatasi bagian pasokan bahan bakar.
5. Terpasang mangkuk ventilasi atau overflow.
6. Enrichener katup tidak duduk atau bocor.
7. Aus atau rusak jarum atau jarum jet.
8. Vacuum kerusakan piston.
9. Terpasang jet atau bagian.
10. BBM terlalu rendah tingkat.
11. Pompa akselerator bocor atau output.
1. Sesuaikan kabel throttle. 2. Benar seperti yang diperlukan.
3. Benar dibatasi selang. Ganti katup ventilasi uap.
4. Benar dan jelas pembatasan.
5. Bagian yang bersih dan jelas.
6. Sesuaikan, bersihkan atau ganti.
7. Ganti perakitan.
8 Periksa Majelis Vacuum Piston.. Lihat bagan pemecahan masalah.
9. Bersih dan jernih seperti yang diperlukan.
10. Sesuaikan tab mengapung untuk tingkat bahan bakar yang benar.
11. Perbaikan yang diperlukan
SULIT STARTING 1. Choke (Enrichener sistem) terpasang, tidak benar berfungsi atau tidak benar dioperasikan. 2. Inlet sistem udara bocor.
3. Terbatas pasokan bahan bakar. Tidak ada bahan bakar di mangkuk mengambang.
4. Bahan Bakar overflow.
5. Jet terpasang lambat atau bagian
6. Pada kompresi yang tinggi (lebih dari 10:1) mesin, drop tegangan yang berlebihan ke koil pengapian dapat menyebabkan sulit dimulai. Sebuah indikasi yang jelas bahwa ini adalah masalah adalah bahwa mesin ingin memulai setelah melepaskan tombol starter.
1. Bersih, menyesuaikan atau mengganti, atau membaca manual pemilik. 2. Selang vakum VOES tidak terhubung. Benar seperti yang diperlukan.
3. Pasokan bahan bakar benar atau bagian.
4. Lampung tingkat salah. Bahan Bakar jarum dan kursi perlu diganti. Petcock bahan bakar kiri pada saat motor tidak berjalan.
5. Bersih, jelas dan benar diperlukan.
6. Kawat kumparan langsung ke baterai menggunakan relay AC.
Lebih KERAS STARTING - DINGIN 1. Throttle plate tidak tertutup 1. Sesuaikan kabel throttle.
Lebih KERAS STARTING - HOT 1. Sekrup campuran idle disesuaikan dengan jauh. 1. Atur sekrup campuran menganggur antara 2 dan 3 ternyata.
KINERJA JALAN PADA MASYARAKAT MISKIN 1. Kecepatan idle tidak benar disesuaikan. 2. Inlet sistem udara bocor.
3. Dibatasi tangki bahan bakar sistem ventilasi.
4. Kotor atau rusak elemen udara bersih.
5. Enrichener katup tidak duduk atau bocor.
6. Dibatasi saluran pasokan bahan bakar.
7. Terpasang mangkuk ventilasi atau overflow.
8. Longgar atau terpasang jet bahan bakar dan udara atau bagian.
9. Aus atau rusak jarum atau jarum jet.
10. Vacuum piston perakitan kerusakan.
11. Accelerator tdk berlaku pompa.
1. Sesuaikan operasi kecepatan idle. 2. Benar seperti yang diperlukan.
3. Benar dibatasi selang. Ganti katup ventilasi uap.
4. Bersihkan atau ganti.
5. Sesuaikan, bersihkan atau ganti.
6. Benar dan jelas pembatasan.
7. Bagian yang bersih dan jelas.
8. Bersih, jelas dan benar diperlukan.
9. Ganti perakitan.
10 Periksa Majelis Vacuum Piston.. Lihat bagan pemecahan masalah.
11. Perbaikan yang diperlukan.
MISKIN HIGH-SPEED KINERJA 1. Inlet sistem udara bocor. 2. Enrichener katup tidak duduk atau bocor.
3. Dibatasi tangki bahan bakar sistem ventilasi.
4. Dibatasi saluran pasokan bahan bakar.
5. Kotor atau rusak elemen udara bersih.
6. Terpasang mangkuk, curhat atau overflow.
7. Aus atau rusak jarum atau jarum jet.
8. Vacuum piston perakitan kerusakan.
9. Longgar atau terpasang jet utama atau bagian.
10. Bahan bakar yang tidak benar tingkat.
11. Accelerator tdk berlaku pompa.
12. Membatasi aliran knalpot.
1. Menghilangkan kebocoran udara. 2. Sesuaikan, bersihkan atau ganti.
3. Benar dibatasi selang. Ganti katup ventilasi uap.
4. Yang benar dan bersih pembatasan.
5. Bersihkan atau ganti.
6. Bagian yang bersih dan jelas.
7. Ganti perakitan.
8 Periksa Majelis Vacuum Piston.. Lihat bagan pemecahan masalah.
9. Bersih, jelas dan benar diperlukan.
10. Sesuaikan tingkat mengambang.
11. Perbaikan yang diperlukan.
12. Pipa keras tidak berarti pipa mengalir lebih baik. Paking knalpot mengganggu aliran gas buang.
Vacuum Majelis Piston Karburator Keihin Mengatasi masalah untuk CV
Kondisi Periksa Untuk Masalah Ini Perbaiki masalah dengan:
PISTON TIDAK BENAR BANGKIT 1. Piston ventilasi atmosfer diblokir. 2. Diafragma topi lepas, rusak atau bocor.
3. Mengikat musim semi.
4. Terjepit di bibir alur diafragma.
5. Tom diafragma.
6. Mengikat piston.
7. Piston bagian vakum terpasang.
1. Hapus ventilasi. 2. Kencangkan atau mengganti topi.
3. Benar atau mengganti musim semi.
4. Reposisi bibir diafragma.
5. Ganti piston perakitan diafragma.
6. Bersihkan piston dan piston slide tubuh atau mengganti.
7. Bersih dan jelas bagian.
PISTON TIDAK BENAR TUTUP 1. Musim semi rusak. 2. Mengikat piston.
3. Piston cincin diafragma kotor atau rusak.
1. Ganti musim semi. 2. Bersihkan piston dan piston slide tubuh atau mengganti.
3. Bersihkan atau ganti piston.

Minggu, 13 November 2011

injeksi sistem

Sistem Injeksi Sepeda Motor

Istilah sistem injeksi bahan bakar (EFI) dapat digambarkan sebagai suatu sistem yang menyalurkan bahan bakarnya dengan menggunakan pompa pada tekanan tertentu untuk mencampurnya dengan udara yang masuk ke ruang bakar. Pada sistem EFI dengan mesin berbahan bakar bensin, pada umumnya proses penginjeksian bahan bakar terjadi di bagian ujung intake manifold/manifold masuk sebelum inlet valve (katup/klep masuk). Pada saat inlet valve terbuka, yaitu pada langkah hisap, udara yang masuk ke ruang bakar sudah bercampur dengan bahan bakar.  Secara ideal, sistem EFI harus dapat mensuplai sejumlah bahan bakar yang disemprotkan agar dapat bercampur dengan udara dalam perbandingan campuran yang tepat sesuai kondisi putaran dan beban mesin, kondisi suhu kerja mesin dan suhu atmosfir saat itu. Sistem harus dapat mensuplai jumlah bahan bakar yang bervariasi, agar perubahan kondisi operasi kerja mesin tersebut dapat dicapai dengan unjuk kerja mesin yang tetap optimal. Secara umum, konstruksi sistem EFI dapat dibagi menjadi tiga bagian/sistem utama, yaitu; a) sistem bahan bakar (fuel system), b) sistem kontrol elektronik (electronic control system), dan c) sistem induksi/pemasukan udara (air induction system).
Jumlah komponen-komponen yang terdapat pada sistem EFI bisa berbeda pada setiap jenis sepeda motor. Semakin lengkap komponen sistem EFI yang digunakan, tentu kerja sistem EFI akan lebih baik sehingga bisa menghasilkan unjuk kerja mesin yang lebih optimal pula. Dengan semakin lengkapnya komponen-komponen sistem EFI (misalnya sensor-sensor), maka pengaturan koreksi yang diperlukan untuk mengatur perbandingan bahan bakar dan udara yang sesuai dengan kondisi kerja mesin akan semakin sempurna. 

a.Sistem Bahan Bakar
Komponen-komponen yang digunakan untuk menyalurkan bahan bakar ke mesin terdiri dari tangki bahan bakar (fuel pump), pompa bahan bakar (fuel pump), saringan bahan bakar (fuel filter), pipa/slang penyalur (pembagi), pengatur tekanan bahan bakar (fuel pressure regulator), dan injektor/penyemprot bahan bakar. Sistem bahan bakar ini berfungsi untuk menyimpan, membersihkan, menyalurkan dan menyemprotkan /menginjeksikan bahan bakar.

Gambar 1. Skema Rangkaian Sistem EFI

                                 (Sumber : Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja Mojokerto 2009)

Adapun fungsi masing-masing komponen pada sistem bahan bakar tersebut adalah sebagai berikut:
1) Fuel suction filter; menyaring kotoran agar tidak terisap pompa bahan bakar.
2) Fuel pump module; memompa dan mengalirkan bahan bakar dari tangki bahan bakar ke injektor. Penyaluran bahan bakarnya harus lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan mesin supaya tekanan dalam sistem bahan bakar bisa dipertahankan setiap waktu walaupun kondisi mesin berubah-ubah.
3) Fuel pressure regulator; mengatur tekanan bahan bakar di dalam sistem aliran bahan bakar agar tetap/konstan.
4) Fuel feed hose; slang untuk mengalirkan bahan bakar dari tangki menuju injektor. Slang dirancang harus tahan tekanan bahan bakar akibat dipompa dengan tekanan minimal sebesar tekanan yang dihasilkan oleh pompa.
5) Fuel Injector; menyemprotkan bahan bakar ke saluran masuk (intake manifold) sebelum, biasanya sebelum katup masuk, namun ada juga yang ke throttle body. Volume penyemprotan disesuaikan oleh waktu pembukaan nozel/injektor. Lama dan banyaknya penyemprotan diatur oleh ECM (Electronic/Engine Control Module) atau ECU (Electronic Control Unit).

 
 
Gambar 2. Gambar Penampang Injektor
      (Sumber : Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja Mojokerto 2009)


 
b. Sistem Kontrol Elektronik  
    Komponen sistem kontrol elektronik terdiri dari beberapa sensor (pengindera), seperti MAP (Manifold Absolute Pressure) sensor, TP (Throttle Position) sensor, IAT (Intake Air Temperature) sensor, bank angle sensor, EOT (Engine Oil Temperature) sensor, dan sensor-sensor lainnya. Pada sistem ini juga terdapat ECU (Electronic Control Unit) atau ECM dan komponenkomponen tambahan seperti alternator (magnet) dan regulator/rectifier yang mensuplai dan mengatur tegangan listrik ke ECU, baterai dan komponen lain. Pada sistem ini juga terdapat DLC (Data Link Connector) yaitu semacam soket dihubungkan dengan engine analyzer untuk mecari sumber kerusakan komponen.
Secara garis besar fungsi dari masing-masing komponen sistem kontrol elektronik antara lain sebagai berikut;
1) ECU/ECM :  menerima dan menghitung seluruh informasi/data yang diterima dari masing-masing sinyal sensor yang ada dalam mesin. Informasi yang diperoleh dari sensor antara lain berupa informasi tentang suhu udara, suhu oli mesin, suhu air pendingin, tekanan atau jumlah udara masuk, posisi katup throttle/katup gas, putaran mesin, posisi poros engkol, dan informasi yang lainnya. Pada umumnya sensor bekerja pada tegangan antara 0 volt sampai 5 volt. Selanjutnya ECU/ECM menggunakan informasi-informasi yang telah diolah tadi untuk menghitung dan menentukan saat (timing) dan lamanya injektor bekerja/menyemprotkan bahan bakar dengan mengirimkan tegangan listrik ke solenoid injektor. Pada beberapa mesin yang sudah lebih sempurna, disamping mengontrol injektor, ECU/ECM juga bisa mengontrol sistem pengapian.
2) MAP (Manifold absolute pressure) sensor; memberikan sinyal ke ECU berupa informasi (deteksi) tekanan udara yang masuk ke intake manifold. Selain tipe MAP sensor, pendeteksian udara yang masuk ke intake manifold bisa dalam bentuk jumlah maupun berat udara.  Jika jumlah udara yang dideteksi, sensornya dinamakan air flow meter, sedangkan jika berat udara yang dideteksi, sensornya dinamakan air mass sensor. 
 

Minggu, 09 Oktober 2011




Selasa, 08 Desember 2009

Pengertian dan Klasifikasi pada Pompa

. Selasa, 08 Desember 2009
Pengertian Pompa
Pompa adalah jenis mesin fluida yang digunakan untuk memindahkan fluida melalui pipa dari satu tempat ke tempat lain. Dalam menjalankan fungsinya tersebut, pompa mengubah energi gerak poros untuk menggerakkan sudu-sudu menjadi energi tekanan pada fluida.

Klasifikasi Pompa
Menurut prinsip perubahan bentuk energi yang terjadi, pompa dibedakan menjadi :

1. Positive Displacement Pump
Disebut juga dengan pompa aksi positif. Energi mekanik dari putaran poros pompa dirubah menjadi energi tekanan untuk memompakan fluida. Pada pompa jenis ini dihasilkan head yang tinggi tetapi kapasitas yang dihasilkan rendah. Yang termasuk jenis pompa ini adalah :

a. Pompa rotari
Sebagai ganti pelewatan cairan pompa sentrifugal, pompa rotari akan merangkap cairan, mendorongnya melalui rumah pompa yang tertutup. Hampir sama dengan piston pompa torak akan tetapi tidak seperti pompa torak (piston), pompa rotari mengeluarkan cairan dengan aliran yang lancar (smooth).

Macam-macam pompa rotari :
  • Pompa roda gigi luar
Pompa ini merupakan jenis pompa rotari yang paling sederhana. Apabila gerigi roda gigi berpisah pada sisi hisap, cairan akan mengisi ruangan yang ada diantara gerigi tersebut. Kemudian cairan ini akan dibawa berkeliling dan ditekan keluar apabila giginya bersatu lagi
Gambar 1 : Pompa roda gigi luar
Sumber : William Wolansky & Arthur Akers, Modern Hydraulics,1990,97

  • Pompa roda gigi dalam
Jenis ini mempunyai rotor yang mempunyai gerigi dalam yang berpasangan dengan roda gigi kecil dengan penggigian luar yang bebas (idler). Sebuah sekat yang berbentuk bulan sabit dapat digunakan untuk mencegah cairan kembali ke sisi hisap pompa.
Gambar 2 : Lobe pump
Sumber : William Wolansky & Arthur Akers, Modern Hydraulics,1990,100
  • Pompa cuping (lobe pump)
Pompa cuping ini mirip dengan pompa jenis roda gigi dalam hal aksinya dan mempunyai 2 rotor atau lebih dengan 2,3,4 cuping atau lebih pada masing-masing rotor. Putaran rotor tadi diserempakkan oleh roda gigi luarnya.

Gambar 3 : Lobe pump
Sumber : William Wolansky & Arthur Akers, Modern Hydraulics,1990,97

  • Pompa sekrup (screw pump)
Pompa ini mempunyai 1,2 atau 3 sekrup yang berputar di dalam rumah pompa yang diam. Pompa sekrup tunggal mempunyai rotor spiral yang berputar di dalam sebuah stator atau lapisan heliks dalam (internal helix stator). Pompa 2 sekrup atau 3 sekrup masing-masing mempunyai satu atau dua sekrup bebas (idler).

Gambar 4 : Three-scrow pump
Sumber : William Wolansky & Arthur Akers, Modern Hydroulics,1990,102
  • Pompa baling geser (vane Pump)
Pompa ini menggunakan baling-baling yang dipertahankan tetap menekan lubang rumah pompa oleh gaya sentrifugal bila rotor diputar. Cairan yang terjebak diantara 2 baling dibawa berputar dan dipaksa keluar dari sisi buang pompa.
Gambar 5 : Vane pump
Sumber : William Walonsky & Arthur Akers, Modern Hydraulics, 1990,103

b. Pompa Torak (Piston)
Pompa torak mengeluarkan cairan dalam jumlah yang terbatas selama pergerakan piston sepanjang langkahnya. Volume cairan yang dipindahkan selama 1 langkah piston akan sama dengan perkalian luas piston dengan panjang langkah.
Macam-macam pompa torak :
• Menurut cara kerja
  • Pompa torak kerja tunggal
Gambar 6 : Pompa kerja tunggal
Sumber : Schematy Pump

  • Pompa torak kerja ganda
Gambar 7 : Pompa kerja ganda
Sumber : Schematy Pomp
• Menurut jumlah silinder :
o Pompa torak silinder tunggal
Gambar 8 : Pompa torak silinder tunggal
Sumber : Schematy pomp

o Pompa torak silinder ganda
Gambar 9 : Pompa torak silinder ganda
a. Swashplate pump
b. Bent – axis pump
Sumber : it.geocities.com

2. Dynamic Pump / Sentrifugal Pump
Merupakan suatu pompa yang memiliki elemen utama sebuah motor dengan sudu impeler berputar dengan kecepatan tinggi. Fluida masuk dipercepat oleh impeler yang menaikkan kecepatan fluida maupun tekanannya dan melemparkan keluar volut. Prosesnya yaitu :
- Antara sudu impeller dan fluida
Energi mekanis alat penggerak diubah menjadi energi kinetik fluida
- Pada Volut
Fluida diarahkan kepipa tekan (buang), sebagian energi kinetik fluida diubah menjadi energi tekan.
Yang tergolong jenis pompa ini adalah :

a. Pompa radial.
Fluida diisap pompa melalui sisi isap adalah akibat berputarnya impeler yang menghasilkan tekanan vakum pada sisi isap. Selanjutnya fluida yang telah terisap terlempar keluar impeler akibat gaya sentrifugal yang dimiliki oleh fluida itu sendiri. Dan selanjutnya ditampung oleh casing (rumah pompa) sebelum dibuang kesisi buang. Dalam hal ini ditinjau dari perubahan energi yang terjadi, yaitu : energi mekanis poros pompa diteruskan kesudu-sudu impeler, kemudian sudu tersebut memberikan gaya kinetik pada fluida.

Akibat gaya sentrifugal yang besar, fluida terlempar keluar mengisi rumah pompa dan didalam rumah pompa inilah energi kinetik fluida sebagian besar diubah menjadi energi tekan. Arah fluida masuk kedalam pompa sentrifugal dalam arah aksial dan keluar pompa dalam arah radial. Pompa sentrifugal biasanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan head medium sampai tinggi dengan kapasitas aliran yang medium. Dalam aplikasinya pompa sentrifugal banyak digunakan untuk kebutuhan proses pengisian ketel dan pompa-pompa rumah tangga.

Gambar 10 : Pompa Sentrifugal
Sumber : Sularso, pompa dan kompresor,2000,7
b. Pompa Aksial (Propeller)
Berputarnya impeler akan menghisap fluida yang dipompa dan menekannya kesisi tekan dalam arah aksial karena tolakan impeler. Pompa aksial biasanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan head rendah dengan kapasitas aliran yang besar. Dalam aplikasinya pompa aksial banyak digunakan untuk keperluan pengairan.
Gambar 11 : Pompa aksial
Sumber : Sularso, pompa dan kompresor,2000,8
c. Pompa Mixed Flow (Aliran campur)
Head yang dihasilkan pada pompa jenis ini sebagian adalah disebabkan oleh gaya sentrifugal dan sebagian lagi oleh tolakan impeler. Aliran buangnya sebagian radial dan sebagian lagi aksial, inilah sebabnya jenis pompa ini disebut pompa aliran campur.







http://awan05.blogspot.com/2009/12/pengertian-dan-klasifikasi-pada-pompa.html